You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Gemarang
Desa Gemarang

Kec. Kedunggalar, Kab. Ngawi, Provinsi Jawa Timur

= = = Selamat Datang di Desa Gemarang Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi = = = # # # Orang Bijak Taat Bayar Pajak # # # * * * Gemarang MANTAB * * * """ MAJU AMAN NYAMAN TERAMPIL AGAMIS DAN BERBUDAYA """

Meniti Sejarah Lahirnya Desa Gemarang

Ira 26 Agustus 2016 Dibaca 1.095 Kali
Meniti Sejarah Lahirnya Desa Gemarang

Pagi yang cerah, sang surya mulai menyembul dari balik rimbun dedaunan, disambut suara kicau burung bersahutan di sebuah kampung  di pinggir sungai bengawan solo. Penduduk desa kala itu sibuk bercocok tanam di sawah, pak tani memulai aktivitas di pagi itu dengan berangkat ke sawah, sang ibu memulai aktivitas dengan menumbuk padi guna dijadikan beras yang akan dimasak untuk dijadikan bekal yang akan dikirim ke sawah.

Sang ibu yang sedang menampi beras di halaman rumah, menghentikan aktivitasnya sejenak karena terperangah ketika mendapati seekor cicak yang hinggap di tampah. Sang ibu berteriak spontan, “Pak.. pak.. ada apa ini pak !..” sang ibu lupa kalau sang bapak saat itu sedang berada di sawah.

“Iyaa bune,..” rupanya sang bapak sedang dalam perjalanan pulang dari sawah ketika mendengar suara istrinya berteriak.

“Pak, ada apa ya ini pak, perasaanku kok gak enak, apa akan ada peristiwa apa ya ini,” tanya sang ibu kepada suaminya.

“Ada apa to bune, sebentar bune, saya seperti mendengar sesuatu,”

Dari kejauhan, sayup-sayup terdengar suara tangisan bayi yang menggema, menggema namun terdengar jarang-jarang, suara tersebut sepertinya berasal dari hutan diseberang perkampungan rumah pak tani.

“Bune, seperti suara tangisan bayi bune, bayi siapa itu ditengah hutan,” ucap pak tani

“Ayo pak, diliat pak, siapa tau butuh pertolongan,” jawab bu tani

Kemudian mereka bergegas berjalan menuju tengah hutan.

Sementara di tengah hutan, seorang putri nan cantik jelita sedang menggendong bayi mungil nan tampan. Sang pangeran duduk di sebelah putri dengan raut wajah yang tampak bahagia.

“Dinda, anak kita tampan sekali,” ucap sang pangeran

“Betul kanda, tampan dan pasti nanti kalau sudah besar akan kelihatan gagah seperti engkau kanda,” ucap sang putri sambil tersenyum manis.

“Maaf kisanak, kisanak ini siapa dan berasal darimana, dan bayi siapa ini kisanak?” Pak tani dan bu tani tiba-tiba muncul dari balik pepohonan.

“Oh pak tani, maaf pak saya adalah seorang pangeran dari kerajaan kecil di surakarta, kami sampai disini karena kami sedang berusaha menyelamatkan diri, saat ini di kerajaan kami sedang terjadi peperangan, istri saya sedang hamil besar, dan sekarang bayi mungil kami sudah lahir,” jelas pangeran.

“oh begitu pangeran,” sambil mengangguk angguk pak tani menjawab

“kalau begitu, mari singgah di gubuk kami pangeran, agar putri dan bayinya bisa beristirahat dulu,” bu tani mengajak pangeran dan putri untuk singgah di gubuknya.

“ Baik bu terimakasih, kami ucapkan, dan ijinkan kami meminta tolong kepada bapak dan ibu, mohon bapak dan ibu bisa membantu merawat putri dan bayi kami, karena saya ingin kembali ke kerajaan sejenak untuk membantu raja menyelesaikan peperangan terlebih dahulu,”

“Baik pangeran kami akan merawat putri dan bayi pangeran dengan baik, akan kami anggap seperti anak kami sendiri,” ucap pak tani

Kemudian pangeran meninggalkan putri dan bayinya bersama bapak dan ibu tani.

Kelak dikemudian hari tempat dimana sang putri dan bayi pernah tinggal bersama bapak dan ibu Petani, lahirlah sebuah desa dengan lahan persawahan yang luas dan subur loh jinawi, sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, sebuah desa yang bernama GEMARANG. Berasal dari gema suara tangisan bayi yang terdengar jarang-jarang lahir dari seorang putri yang bernama putri GEMARANG.

Video Sejarah Lahirnya Desa Gemarang yang merupakan pemenang Juara 1 Lomba Video Pendek Asal-Usul Desa:

Sejarah Lahirnya Desa Gemarang

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 3.849.198.034,00 Rp 3.849.198.034,00
100%
Belanja
Rp 3.479.676.871,00 Rp 3.486.332.288,00
99.81%
Pembiayaan
Rp 388.732.515,00 Rp 388.732.515,00
100%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Aset Desa
Rp 986.250.000,00 Rp 986.250.000,00
100%
Dana Desa
Rp 1.249.490.000,00 Rp 1.249.490.000,00
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 129.710.773,00 Rp 129.710.773,00
100%
Alokasi Dana Desa
Rp 880.149.000,00 Rp 880.149.000,00
100%
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota
Rp 600.000.000,00 Rp 600.000.000,00
100%
Bunga Bank
Rp 3.598.261,00 Rp 3.598.261,00
100%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 2.042.561.871,00 Rp 2.048.347.288,00
99.72%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 1.132.968.000,00 Rp 1.133.838.000,00
99.92%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 175.270.000,00 Rp 175.270.000,00
100%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 35.877.000,00 Rp 35.877.000,00
100%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 93.000.000,00 Rp 93.000.000,00
100%